Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat menyatakan telah mengirimkan lebih dari enam ton pasokan medis ke Venezuela untuk membantu menstabilkan negara tersebut. Ini dilakukan sebulan setelah penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam serangan pasukan khusus AS. cuan128 login
Pengiriman 25 palet — lebih dari 6.000 kilogram — pasokan medis utama kepada rakyat Venezuela itu merupakan bagian dari rencana untuk “stabilisasi, pemulihan, dan transisi” negara tersebut, kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (14/2/2026).
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Namun, produksi minyaknya telah menurun tajam selama dua dekade terakhir pemerintahan Maduro. Begitu pula dengan ekonomi serta layanan sosial negara tersebut, termasuk sistem kesehatan masyarakatnya, berada dalam kondisi yang sangat buruk.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan sementara Venezuela akan mendistribusikan obat-obatan sumbangan AS itu kepada mereka yang “membutuhkan perawatan medis mendesak.”
Disebutkan bahwa ini adalah “pengiriman pertama dari upaya signifikan untuk meningkatkan pasokan medis penting ke Venezuela.”
“Menstabilkan sistem kesehatan akan menarik investasi sektor swasta yang bertanggung jawab dan membantu Venezuela bergerak menuju kemandirian yang lebih besar — sesuai dengan pendekatan kami untuk mempromosikan perdagangan, bukan bantuan,” kata pernyataan Departemen Luar Negeri AS itu.
Pengumuman itu disampaikan seiring Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat (13/2) waktu setempat, bahwa ia berencana untuk mengunjungi Venezuela. Trump pun menyatakan kembali dukungannya terhadap pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, karena pemerintahannya mengizinkan lima perusahaan minyak besar untuk beroperasi di negara tersebut.
Sejak Maduro ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan kriminal, Trump telah memberikan dukungannya kepada Rodriguez, yang merupakan wakil Maduro.
Ia telah mulai membebaskan tahanan politik dan mengambil langkah-langkah untuk membuka industri minyak Venezuela — membuka jalan bagi kembalinya perusahaan-perusahaan energi AS, tuntutan utama Trump.